Senin, 15 Desember 2014

Tagged Under:

Weekend Ceria di Pulau Semak Daun

Share
Pulau Semak Daun sangat populer di kalangan wisatawan yang berakhir pekan ke Kepulauan Seribu. Pulau ini sering dijadikan salah satu spot kemping sebelum island hopping ke pulau lain.

Bagi para pecinta kemping di alam bebas, Pulau Semak Daun juga merupakan salah satu destinasi yang baik untuk dituju. Pesona pantainya yang landai memiliki pasir yang putih, ombak yang relatif tenang, serta terdapat toilet berjumlah 3 buah yang bisa dijadikan sebagai tempat bilas sehabis berenang di pantai ataupun snorkeling.

Untuk menuju ke Pulau Semak Daun cukup mudah. Dari Pelabuhan Muara Angke kita naik kapal kayu tujuan Pulau Pramuka. Harga tiketnya Rp 35 ribu per orang.

Biasanya kapal ini akan berangkat sekitar pukul 07.00 WIB dan 08.00 WIB. Lama waktu yang ditempuh untuk menuju Pulau Pramuka sekitar 3 jam. Biasanya kapal ini akan menurunkan penumpang di Pulau Pari terlebih dahulu, sebelum akhirnya bersandar di Pulau Pramuka.

Sampai di Pulau Pramuka sebaiknya makan siang terlebih dahulu. Setelah itu carilah ojek kapal yang akan membawa kita ke Pulau Semak Daun. Ongkos ojek kapal dipatok per kapal. Untuk ongkos PP Pulau Pramuka-Pulau Semak Daun, di kisaran Rp 750 ribuan, itu sudah termasuk dengan sewa alat snorkeling dengan 2 spot snorkeling.

Waktu kami ke sana, kami dapatkan abang penyewa ojek kapal yang ramah, namanya Bang Meo. Sangat recommended sekali abang yang satu ini. Untuk sampai ke Pulau Semak Daun dari Pulau Pramuka, membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Sesampainya di Pulau Semak Daun, temui penjaga pulau itu dan bayar retribusi Rp 10.000/orangnya. Setelah itu saatnya dirikan tenda atau hammock bagi yang suka tiduran di antara pohon. Setelah itu saatnya berganti pakaian dan bersiap untuk snorkeling.

Spot snorkeling yang pertama di Pulau Karang Beras, dan yang kedua di Pulau Air. Suasana underwaternya cantik banget, dengan terumbu karang dan koral yang indah serta ikan-ikan dengan jumlah banyak yang menemani kita saat snorkeling.

Oh iya, Bang Meo juga sedia mengawasi kita semua. Beliau ikut dalam snorkeling dan juga mengajari kita bagaimana menyelam.

Setelah snorkeling, saatnya kembali ke Pulau Semak Daun dan bilaslah di toilet yang telah tersedia. Biasanya sih antre, karena yang kemping di sini lumayan banyak.

Oh iya, kalau mau bilas pakai air tawar kita harus beli airnya per jerigen Rp 5.000. Karena walau ada sumur, tapi air dari sumurnya masih terasa asin atau payau. Air tawar ini dibawa dari Pulau Karya, jadi lumayanlah dengan Rp 5 ribu badan bisa bersih lagi dan tidak lengket.

Malam hari saatnya barbeque party, bakar-bakar ikan yang telah dibeli dari Muara Angke. Untuk nasinya bisa minta dibuatkan di warung yang ada di Semak Daun.

Pada saat kami kemping di sana, cuaca malam hari tidak bagus. Terjadi badai yang cukup lama, sehingga membuat salah satu tenda dari kami frame-nya patah. Jadi pastikan saat ingin ke sana ketika cuaca sedang bagus. Kalau kami ke sana memang pada saat Jakarta masih sering diguyur hujan.

Pagi hari saatnya hunting sunrise. Sayangnya mendung masih menyelimuti langit waktu itu. Ketika kami dijemput oleh Bang Meo untuk kembali ke Pulau Pramuka, hujan turun dengan derasnya.

Itu membuat kami urung ke penangkaran hiu yang letaknya tidak jauh dari Pulau Pramuka. Walau begitu, pengalaman kemping ceria di Pulau Semak Daun tetap mengasyikan dan tidak terlupakan.
sumber: http://travel.detik.com/read/2014/08/23/091900/2664664/1025/1/weekend-ceria-di-pulau-semak-daun-kepulauan-seribu#menu_stop

1 komentar: